'

Tepat Sebulan



3 Maret 2017, Tak terasa waktu sebulan berlalu berada di kota orang untuk pertama kali nya dengan waktu yang blum bisa ditentukan. Meninggalkan kota kelahiran adalah salah satu mimpi yang pernah aku buat, terlambat memang tapi setidaknya mimpi itu pasti.

Walaupun banyak yang harus direlakan, yah aku harus merelakan kamu, mereka dan dia (bor). Tak jarang ragu menyerang untuk menghentikan langkah kakiku. Tapi waktu menuntut ku memilih mengejar mimpi atau harus terus merangkai mimpi. Tidak ada satu kepastian bahwa kota baru bahkan membuatku bahagia tapi aku percaya bahwa setiap usaha tidak akan mengingkari hasil.
Dalam waktu dua hari aku harus memutuskan, pergi atau tetap disini (Medan). “Kesempatan tak datang dua kali, bukannya ini yang emang aku mau” kata-kata seolah memperkuat niatku untuk pergi walaupun banyak cemooh yang juga aku terima bahkan dari orang terdekatku, tapi niat tetap niat. Aku pergi…
“ngapain kesana kalo cuma jadi guru dengan gaji segitu, uda biaya hidup disana besar toh dimedan juga bisa ”

Aku hanya ingin mempunyai cara untuk mencoba, mencoba hal yang blum pernah aku lakukan sebelumnya. Bukan kah yang namanya mencoba belum tentu berhasil ? yah aku percaya itu , tapi aku juga percaya bahwa mencoba belum tentu gagal. Disini aku hanya mencoba  menjalankan  takdir  tuhan, aku percaya apa  yang aku lalui, apa yang terjadi adalah kehendaknya.

3 februari 2017 lalu aku tiba di kota ni,yah kota Batam. Udara panas langsung menyambut ku, kota ini masih terlihat sangat asing, ya iyalah namanya juga belum sejam aku disini,  dengan pertolongan kerabat si bapak setidaknya aku tidak terlalu meraba untuk pertama kalinya. Aku harus tinggal di rumahnya untuk beberapa pekan sebelum menjadi the real anak kost *eheheheh
Keesokan harinya aku harus langsung ke sekolah untuk memberikan berkas dan test teaching *padahal aku masih jetlag wkkwkw, setelah urusan sekolah aku harus segera mencari kost yang dekat dengan sekolah agar tidak menambah pengeluaran dengan naik angkutan berhubung aku gak punya kendaraan disini.

Kehidupan anak kost pun dimulai, sejauh ini belum terlalu menyeram kan, tapi tetap cerita anak kost yang harus masak mie instan di rice cooker karna belum mempunyai kompor itu benar adanya. Jangan mie instan bahkan aku juga menggunakan rice cooker untuk merebus bayam. Ternyata jadi anak kost itu gak cukup pandai, tapi harus pandai-pandai.

Pandai-pandai mengatur uang
Pandai-pandai mengatur waktu makan
Pandai-pandai jaga kesehatan
Pandai-pandai memilih teman
*yah itu lah sebagian nasihat  yang aku terima sebelum berangkat

Kesan pertama mengajar disini, karna sebagian siswa disini adalah tionghoa cukup membuat aku ciut, karna belum pernah menghadapi siswa seperti mereka. Ternyata setelah dijalani semua sama saja, ketakutan itu timbul karna belum dijalani.
Hari demi hari dijalani disini, mencoba belajar menghafal jalan untuk pulang ke kost, berhubung aku harus jalan kaki disini dan  jalanan disini cukup buat aku kurus karna naik turunnya medan yang dilalui,  jadi setiap harinya harus menjadi ninja hatori mendaki gunung lewati lembah *mendadak nyanyi

Untuk sampai saat ini baru beberapa tempat yang baru aku kunjungi, alun-alun kota Batam yang terletak di jl. Engku putri dan icon kota batam yang ada tulisan “Welcome to Batam” sayang nya tak ada foto yang kuambil ketikaditempat ini berhubung cuacca tak mendukung saat itu. Yang kedua Mesjid Jabal Arafah yang terletak di daerah Nagoya, daerah yang cukup ramai karna termasuk daerah pusat perbelanjaan. Mesjid Jabal Arafah memiliki konsep yang modern dan cukup indah. Mesjid ini memiliki taman dan beberapa tempat makan serta ada menara yang boleh dimasuki dengan cukup membayar lima ribu rupiah saja sebagai tiket infaq




. Dari atas menara kamu bisa menikmati indahnya lelampuan dan angin yang berhembus dari atas menara ini kebetulan waktu kunjung yang akulakukan malam hari . dan tempat ini cukup la mengistirahatkan penat mu.

Dan pas di waktu sebulan ini aku harus pindah kost yang lebih dekat lebih murah, berhubung takut puasa di akhir bulan nanti hehehehe
Kost disini susah untuk kita memilah khusus putra atau putri, atau khusus muslim karna kota ini adalah kota perantuan. Mirisnya aku harus bersebelahan dengan pasutri yang sudah jompo, rasanya teriris ketika tahu mereka hanya tiggal berdua dan dalam keadaan yang tak lagi gagah, si nenek yang sudah tidak bisa bangkit lagi dari tempat tidur dan si kakek yang uda terbata bata berjalan, aku tak tau alasan pasti kenapa mereka harus kost atau dimana anak anak mereka yang tak bersama nya diusia senja. Hanya bisa menghela nafas panjang dan berdoa tuhan memberikan yang terbaik untuk mereka. Yang disalutkan mereka tetap bersama di usia senja nya tetap saling meengkapi walau raga nya tak lagi gagah.
Lagi lagi banyak pelajaran yang aku dapatkan disini.....


Sekali lagi mau ngucapi selamat ke diri sendiri ah, selamat sebulanan semoga tetap bisa survive disini hihihihi
Latest
Previous
Next Post »